St. LOUIS - Debat calon wakil presiden (cawapres) AS kemarin (3/10) tak kalah seru dengan debat capres minggu lalu. Cawapres AS dari Partai Demokrat Senator Joe Biden, 65, dan lawannya dari Partai Republik, Sarah Palin ,44, berdebat sengit selama 90 menit soal beragam isu, mulai akar penyebab dan cara pemulihan krisis finansial yang sedang melanda Amerika Serikat, Perang Iraq, hingga perubahan iklim.
Biden, dengan pengalamannya sebagai senator selama 35 tahun, memberikan jawaban yang lugas, tapi detail dan tuntas, sehingga memperlihatkan kepakarannya dalam masalah ekonomi, kebijakan luar negeri, dan keamanan nasional. Namun, superioritas itu tidak membuat Biden terlena.
Dengan cerdas, dia menggunakan strategi menyerang langsung Palin, yang ''jam terbang'' politiknya jauh di bawahnya. Menghindari tuduhan bersikap seksis. Dia lebih mengarahkan jawabannya untuk menyorot program-program Capres Republik John McCain sebagai kelanjutan dari Presiden George W. Bush. Biden berkonsentrasi kepada upaya melumpuhkan argumen John McCain terkait ekonomi.
''Pada Senin dua pekan lalu jam sembilan pagi, John McCain menyatakan bahwa fundamental ekonomi kita kukuh. Namun, pada siangnya, dia menegaskan bahwa kita menghadapi krisis ekonomi,'' sindirnya. Secara keseluruhan, Biden terlihat sangat menguasai masalah.
Bagaimana Palin? Gubernur Negara Bagian Alaska itu secara umum tampil tidak mengecewakan. Dia dengan lancar dan berbahasa sederhana menjawab pertanyaan soal ekonomi, perubahan iklim, maupun Perang Iraq. Tak banyak terlihat kegugupan yang sering dijadikan bahan lelucon dalam acara-acara komedi TV selama ini.
Untuk menutupi kesan ''bau kencur'', Palin yang menyebut dirinya tokoh dari kalangan kelas menengah kembali mengulangi citranya sebagai hockey mom (ibu yang bersentuhan dengan kehidupan warga biasa Amerika) serta reputasinya sebagai reformis di sebuah kota kecil dan gubernur negara bagian. Dia menggambarkan dirinya ibarat pakar energi karena banyak bersentuhan dengan masalah energi di Alaska yang dipenuhi perusahaan minyak.
Acapkali Palin tidak langsung menjawab pertanyaan. ''Saya mungkin tidak menjawab pertanyaan sebagaimana Anda kehendaki. Tetapi, saya berbicara langsung kepada rakyat AS dan supaya mereka mengetahui rekam jejak saya juga,'' kilahnya.
Debat cawapres kemarin berlangsung di Universitas Washington, St Louis, Missouri, dengan moderator jurnalis Gwen Ifill dari televisi PBS. Seperti babakan pada debat capres lalu, acara dimulai dengan pembahasan krisis finansial dan dampaknya yang melemahkan kelas menengah AS. Palin menyalahkan Demokrat yang menerapkan distribusi kesejahteraan dan pajak tinggi yang disebutnya akan membatasi pertumbuhan.
Namun, sebaliknya, Biden menuding delapan tahun kebijakan Republik yang mengakibatkan kekacauan ekonomi. Dia juga membela rencana Obama untuk menaikkan pajak bagi orang-orang kaya AS dengan penghasilan melebihi USD 250.000 per tahun, yang disebutnya sebagai sebuah bentuk keadilan.
Ketika moderator debat Gwen Ifill mengajukan pertanyaan siapa yang paling bersalah dalam masalah sistem perbankan Amerika saat ini, Palin menuding para pemberi kredit yang hanya memangsa serta ''orang tamak dan koruptor'' di Wall Street.
Sementara itu, Joe Biden mengatakan bahwa krisis ekonomi saat ini diakibatkan kebijakan dalam 8 tahun belakangan, yang menurutnya merupakan kebijakan terburuk di Amerika sejauh ini. Atas jawaban itu, Palin menuding kubu Obama terlampau mengurus masa lalu, tidak mengarah ke masa depan, padahal Obama mengusung perubahan. ''Tentu saja masa lalu itu sebuah prolog,'' tangkis Biden.
Perdebatan paling seru terjadi saat membahas Perang Iraq. Maklum, kedua kandidat sama-sama mempunyai anak yang sedang dikirimkan ke Iraq. Karena itu, begitu topik kedua itu dibuka, keduanya langsung saling melempar pendapat tajam berkaitan dengan konflik berdarah yang sudah memasuki tahun keenam itu.
Ketika moderator menanyakan bagaimana strategi keluar dari negeri Iraq, Sarah Palin menuduh pesaingnya, Joseph Biden, melambaikan ''bendera putih'' tanda menyerah. ''Rencana Anda adalah mengibarkan bendera putih untuk menyerah di Iraq. Namun, hal itu adalah bukan apa yang ingin didengar oleh tentara kita hari ini,'' kata Palin menghardik Biden.
''Kami sangat tahu kapan akan mengakhiri tugas di Iraq, yakni manakala pemerintah Iraq sudah bisa memerintah rakyat sendiri dan ketika pasukan keamanan Iraq sudah bisa menjamin keamanan penduduknya,'' ujar Palin, yang anak lelaki tertuanya, Track, dikirimkan ke Iraq bulan lalu.
Tudingan Palin itu ditanggapi dengan tenang oleh Biden. Dia mengatakan, Partai Republik tidak menawarkan satu pun rencana untuk mengakhiri konflik yang telah mengorbankan jiwa lebih dari 4.000 tentara AS itu. ''Barack Obama justru menawarkan satu rencana yang jelas. Mengirimkan tanggung jawab kepada orang-orang Iraq dan menarik pasukan-pasukan tempur kami,'' lanjut Biden, yang putranya, Beau, juga akan dikirimkan ke Iraq hari ini.
Program yang jelas atas Iraq itulah yang disebut Biden sebagai satu perbedaan yang mendasar di antara Obama dan McCain. ''Kami akan mengakhiri perang ini. Dan, bagi John McCain, tidak ada akhir dalam memandang perang ini. Ini jelas perbedaan yang mendasar.''
Debat satu-satunya cawapres itu diperkirakan sangat diharapkan kedua calon wakil presiden sebelum melangkah ke pemilihan presiden AS November mendatang. Hasil jajak pendapat dengan perhitungan cepat menunjukkan bahwa Biden mempunyai pandangan yang lebih baik ketimbang Palin dalam debat tersebut. Para responden menilai Biden unggul, namun Palin tampil lebih baik daripada yang diperkirakan.
Dua jajak pendapat yang dilakukan CNN dan CBS News menilai, Joe Biden menjadi pemenang dalam debat tersebut. Namun, CNN menemukan bahwa sebagian besar responden berpendapat bahwa Palin tampil lebih baik daripada perkiraan sebelumnya. Dari proporsi dukungan, dukungan terhadap Biden mencapai margin 51 berbanding 39 persen suara.
Sedangkan jajak pendapat yang diadakan CBS News/Knowledge Networks Poll menunjukkan, dukungan terhadap Biden mencapai 46 persen ketimbang Palin yang hanya 21 persen.
Motivasi |
Cerpen |
Puisi |
Kata Bijak By
KhafiReview BLog |
Indonesian Blog 1 |
Indonesian Blog 2 |
Indonesian Blog 3 |
Indonesian Blog 4 |
Indonesian Blog 5 |
Indonesian Blog 6 |
Indonesian Blog 7 |
Indonesian Blog 8 |
Indonesian Blog 9 |
Indonesian Blog 10